“Jangan sampai kita yang menolong justru menjadi korban,” tegasnya.
Wakil Ketua Bidang Bantuan Bencana PMI Kota Pontianak, AKBP Purn Syarifah Salbiah, menyampaikan bahwa pelatihan ini diikuti sekitar 300 peserta dari berbagai sekolah.
“Tujuan utama pelatihan ini adalah meningkatkan kesiapsiagaan relawan muda dalam menghadapi bencana, terutama kebakaran,” jelasnya.
Ia menyebutkan, pelatihan mencakup teori dan praktik langsung di lapangan, mulai dari evakuasi korban, penggunaan masker dan oksigen, hingga teknik menggunakan APAR.
“Setelah menerima penjelasan teori, mereka juga akan mempraktikkan apa yang telah dipelajari secara langsung,” ujarnya.
Baca Juga: Disperpusip Pontianak Komitmen Tingkatkan Literasi dan Kearsipan Berkualitas
Selain pelatihan penanganan kebakaran, PMI Kota Pontianak juga mengembangkan program edukasi teman sebaya dan partisipasi dalam kegiatan kemanusiaan lainnya.
Salah satu peserta pelatihan, Putri Ramadanti dari SMK SMTI Pontianak, menyampaikan rasa antusiasnya.
“Saya baru pertama kali ikut pelatihan seperti ini, dan saya merasa senang sekali. Banyak hal yang saya pelajari, seperti cara menggunakan APAR dan teknik memadamkan api, bahkan dengan satu jari,” katanya.
Putri berencana untuk membagikan ilmu yang diperoleh kepada teman-temannya di sekolah.
“Saya yakin manfaat dari pelatihan ini sangat besar, tidak hanya untuk saya, tetapi juga untuk orang-orang di sekitar saya,” tutupnya. (ra/prokopim)
Baca Juga: Bank Kalbar Dapat Kuota KUR Rp700 Miliar, Siap Salurkan Hingga Rp1 Triliun di 2025
















