FaktaKalbar.id, JAKARTA – Bencana hidrometeorologi basah masih mendominasi di sejumlah wilayah Tanah Air menurut laporan yang dihimpun Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per hari ini, Kamis (3/4). Sedikitnya ada delapan wilayah yang melaporkan kejadian bencana mulai dari angin kencang, banjir hingga tanah longsor.
Adapun kejadian angin kencang yang pertama dilaporkan dari Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Peristiwa tersebut terjadi di dua desa, yakni Desa Cemandi dan Desa Buncitan, Kecamatan Sedati di mana bencana tersebut telah berdampak kepada 44 KK, menyebabkan 44 rumah rusak, 5 kendaraan rusak dan 5 pohon tumbang.Sedikitnya tiga orang mengalami luka berat setelah terdampak reruntuhan bangunan yang dihantam angin kencang. Ketiganya telah mendapat perawatan intensif oleh tenaga medis di Puskesmas Sedati.
Peristiwa angin kencang juga melanda Desa Pulau Negara, Kecamatan Pemulutan Barat, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Bencana itu memaksa 54 jiwa mengungsi ke tempat kerabat setelah 15 rumah rusak. BPBD Kabupaten Pulau Negara telah melakukan kaji cepat, memberikan dukungan logistik dan peralatan serta mendampingi penanganan darurat.Selanjutnya, angin kencang juga menghantam empat kelurahan dan dua desa di empat kecamatan, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Sebanyak 15 rumah rusak di bagian atap. Beruntung tidak ada korban jiwa dan masyarakat terdampak sementara menutup atap dengan terpal.
Pihak BPBD Kabupaten Pinrang telah memberikan dukungan berupa logistik dan peralatan.Berikutnya bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah pada Selasa (2/4). Peristiwa yang dipicu oleh cuaca ekstrem itu melanda dua desa di Kecamatan Cimanggu.Kejadian tanah longsor terjadi di Desa Cibungur yang mana material longsoran menimpa rumah milik warga dan menutup akses jalan sepanjang 15 meter, lebar 3 meter dengan tinggi timbunan tanah hingga 1 meter. Beruntung tidak ada korban jiwa, namun peristiwa itu berdampak pada aktivitas dan mobilitas warga.Kemudian untuk bencana banjir terjadi di Desa Cibungur, yang mana 18 KK terdampak dan 26 rumah terendam dengan tinggi muka air antara 20-150 sentimeter.
Menurut kaji cepat, banjir tersebut terjadi akibat jebolan Sungai Cikawul. Hingga saat ini, tinggi muka air sudah berangsur surut.Sebagai upaya penanganan darurat, BPBD Kabupaten Cilacap bersama unsur gabungan telah berkoordinasi dan memberikan dukungan untuk pembukaan jalur hingga penyerahan logistik serta peralatan kepada warga terdampak.
Kejadian banjir juga terjadi di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Bencana itu telah melanda 7 desa di 2 kecamatan. Sebanyak 432 rumah yang ditinggali 432 KK terdampak. BPBD Kabupaten Sidoarjo dan BPBD Provinsi Jawa Timur beserta lintas instansi terkait telah mengupayakan dukungan tanggap darurat mulai pembersihan drainase dari sampah hingga dukungan logistik dan peralatan.
















