Level support ini penting sebagai area potensial bagi para investor untuk kembali masuk ke pasar setelah terjadi koreksi.
Para analis pasar menyatakan bahwa koreksi jangka pendek ini merupakan bagian normal dari fluktuasi harga yang sering terjadi pada aset-aset safe haven seperti emas.
Prospek investasi emas masih terlihat menjanjikan sepanjang tahun ini.
Banyak faktor yang mendorong permintaan emas, mulai dari kebijakan tarif yang memicu ketegangan perdagangan, perlambatan ekonomi global, hingga laju penurunan suku bunga yang lambat.
Goldman Sachs bahkan baru-baru ini menaikkan proyeksi harga emas hingga mencapai US$ 3.300 per troy ons pada akhir tahun.
Kenaikan proyeksi ini didorong oleh permintaan yang kuat dari bank sentral serta aliran investasi ke dalam aset berbasis emas, termasuk ETF.
Kesimpulannya, meskipun harga emas saat ini mengalami koreksi, momentum serta fundamental pasar tetap mendukung prospek jangka panjang yang positif.
Para investor diharapkan dapat memanfaatkan momen koreksi untuk mengoptimalkan entry point dan meraih keuntungan di tengah gejolak pasar global. (Dit)
















