Festival ini melibatkan puluhan kelompok warga yang masing-masing menyiapkan 5 hingga belasan meriam karbit. Biaya pembuatan meriam berkisar antara Rp 15 juta hingga Rp 30 juta per unit. Meriam dibuat dari batang kayu besar yang dibelah, bagian tengahnya dikosongkan, lalu kedua belahan kayu diikat kuat dengan rotan agar menyerupai meriam asli dari besi atau baja.
Meriam-meriam ini dihias dengan berbagai warna dan motif agar terlihat lebih menarik. Selain sebagai tradisi, festival ini juga menjadi ajang perlombaan, sehingga setiap kelompok berusaha memberikan tampilan terbaik mereka.
Antusiasme Warga dan Wisatawan
Saat meriam ditembakkan, suasana langsung berubah menjadi meriah. Suara dentuman yang menggema, gemerlap cahaya, serta sorak-sorai masyarakat menciptakan atmosfer yang spektakuler. Festival ini tidak hanya menarik perhatian warga lokal, tetapi juga wisatawan dari berbagai daerah yang ingin merasakan langsung keunikan budaya Pontianak.
Dengan tradisi yang terus dijaga dan dilestarikan, Festival Meriam Karbit menjadi salah satu daya tarik utama Pontianak. Jika ingin merasakan sensasi ledakan meriam karbit yang menggelegar, pastikan untuk mengunjungi Pontianak saat menjelang Idulfitri!
Baca Juga: Earth Hour Saka Kalpataru Pontianak 2025
Ikut berita menarik lainnya di Google News Faktakalbar.id