Kalbar Darurat Mafia Tambang

Festival Meriam Karbit Pontianak: Tradisi Pengusir Kuntilanak!

Festival Meriam Karbit Pontianak
Flyer - Festival Meriam Karbit Pontianak yang akan diselenggarakan 30 Maret - 6 April 2025. Foto: (Dok. Mirza/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, PONTIANAK – Pontianak punya Festival Meriam Karbit yang unik dan tak bisa ditemukan di tempat lain. Festival ini begitu meriah dan konon memiliki sejarah yang berkaitan dengan pengusiran makhluk halus, terutama kuntilanak.

Sejarah Festival Meriam Karbit

Festival Meriam Karbit merupakan event budaya tahunan yang digelar di Pontianak, Kalimantan Barat. Masyarakat berkumpul di kedua sisi Sungai Kapuas, terutama di sekitar Jembatan Kapuas, untuk menyaksikan dan menyalakan meriam karbit berukuran besar. Diameternya bisa mencapai 50 cm, dengan suara ledakan yang menggema hingga radius 5 km.

Terdapat dua versi sejarah mengenai asal-usul festival ini. Versi pertama menyebutkan bahwa meriam ditembakkan oleh Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie, pendiri sekaligus sultan pertama Kesultanan Pontianak, untuk menentukan lokasi pembangunan kota. Versi kedua mengisahkan bahwa saat Sultan Syarif membuka lahan di Pontianak, ia dan pasukannya diganggu oleh kuntilanak. Untuk mengusir makhluk halus tersebut, mereka menyalakan meriam karbit. Tradisi ini pun terus dilestarikan hingga kini.

Di masa lalu, sebelum masjid-masjid di Pontianak memiliki pengeras suara, meriam karbit juga digunakan sebagai penanda waktu azan Magrib. Kini, festival ini digelar setiap malam menjelang Idulfitri selama tiga hari, dari sehari sebelum hingga sehari setelah Lebaran. Festival Meriam Karbit juga kerap diadakan untuk menyambut hari jadi Kota Pontianak.

Baca Juga: Ini Tanggal Lebaran Idulfitri 2025 Menurut Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah

Persiapan Festival Meriam Karbit

Ikut berita menarik lainnya di Google News Faktakalbar.id