Baca Juga: Sampah Menumpuk, Pendakian Bukit Rentap Resmi Ditutup Sementara
Kristian mengungkapkan bahwa salah satu upaya yang telah dilakukan oleh pengelola Bukit Rentap adalah mengumpulkan seluruh sampah yang berada di jalur pendakian.
“Untuk sekarang kami sudah membersihkan sampah, ada 9 karung sampah yang sudah kami bawa turun,” ungkap Kristian.
Ketua Pemuda Ensaid Panjang ini juga mengatakan penutupan jalur pendakian ini agar pihak pengelola Bukit Rentap dapat memperbaiki sistem dan membuat peraturan baru.
Tujuannya agar nantinya setiap pendaki yang datang untuk melakukan pendakian ke Bukit Rentap dapat terkontrol dengan baik.
“Untuk dibukanya jalur pendakian ini masih dalam proses, untuk para pendaki nanti wajib registrasi agar para pendaki ini bisa dikontrol dan akan dikenakan biaya,” katanya.
Kristian pun turut menyampaikan kekecewaannya terhadap para pendaki yang berlaku semena-mena tanpa memperhatikan kondisi lingkungan dan alam. Terlebih Bukit Rentap merupakan satu di antara sumber kehidupan untuk desa sekitar.
“Saya sangat kecewa kak karena alam kami dirusak oleh para pendaki yang katanya cinta dengan alam dan semoga hal ini tidak terulang lagi,”
Ia pun berharap semoga kelak para pendaki dapat lebih bertanggung jawab terhadap sampah miliknya dan mematuhi setiap peraturan yang telah ditetapkan. (VK)
















