JAKARTA – PSSI resmi menunjuk Patrick Kluivert sebagai pelatih baru Timnas Indonesia menggantikan Shin Tae-yong, Senin (5/1/2025). Keputusan ini diambil setelah dinamika internal di tubuh timnas yang menurut Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, memerlukan perubahan strategi dan komunikasi yang lebih efektif di antara pemain dan staf kepelatihan.
Meski Timnas Indonesia masih memiliki peluang untuk lolos ke Piala Dunia, pergantian pelatih dilakukan dengan pertimbangan jangka panjang, khususnya dalam pengembangan filosofi permainan yang lebih menyerang dan dinamis.
Patrick Kluivert, legenda sepak bola Belanda yang pernah membela Ajax, Barcelona, dan AC Milan, memang memiliki pengalaman luas sebagai pemain, tetapi karier kepelatihannya masih dipertanyakan.
Sebagai pelatih kepala, ia belum memiliki rekam jejak yang cukup meyakinkan jika dibandingkan dengan pendahulunya, Shin Tae-yong. Namun, latar belakangnya yang kuat dalam sepak bola menyerang menjadi dasar bagi PSSI untuk memilihnya sebagai arsitek baru Garuda.
Kluivert dikenal sebagai pelatih yang mengadopsi filosofi sepak bola Belanda dengan pendekatan berbasis penguasaan bola (possession-based football) dan pergerakan dinamis tanpa bola.
Berbeda dengan Shin Tae-yong yang lebih sering menggunakan skema tiga bek dalam formasi 3-4-3 atau 3-4-2-1, Kluivert cenderung mengandalkan sistem empat bek dengan formasi dasar 4-3-3 atau 4-2-3-1.
Filosofi ini menekankan pada lebar lapangan, pergerakan bola yang cepat, dan koneksi antar lini yang solid. Saat dalam penguasaan bola, tim-tim yang dilatihnya menggunakan struktur 4-2, di mana empat pemain di lini belakang tersebar melebar guna menarik blok pertahanan lawan, sementara dua gelandang tengah aktif menyediakan opsi umpan.
Taktik ini memungkinkan permainan lebih terbuka dan fleksibel dalam mengalirkan bola ke depan.










