Direktur Pembinaan Pengusahaan Batu Bara Ditjen Minerba Kementerian ESDM, Surya Herjuna, menyampaikan bahwa produksi hingga bulan Oktober telah mencapai 675 juta ton. Ia juga menekankan bahwa upaya stabilisasi produksi tetap menjadi prioritas pemerintah untuk menjaga cadangan batu bara nasional.
“Untuk tahun 2025 mendatang, target produksi masih akan berada pada level 900-an juta ton. Hal ini karena kita harus menjaga agar produksi tidak mencapai puncaknya dan tetap stabil pada angka tersebut,” ujar Surya saat ditemui di Kantor Ditjen Minerba Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (30/10/2024).
Produksi batu bara yang tinggi ini diharapkan dapat terus mendukung kebutuhan energi domestik serta mempertahankan posisi Indonesia sebagai salah satu eksportir utama batu bara di dunia. Pemerintah juga terus berupaya menjaga keseimbangan antara produksi, kebutuhan domestik, dan ekspor demi keberlanjutan sumber daya energi nasional.










