“Selain belajar pengorganisasian, peserta juga dibekali pemahaman gender agar mereka lebih siap berperan aktif di komunitasnya,” kata Emi, sapaan akrabnya.
Ia menambahkan, pelatihan ini menargetkan perempuan muda sebagai bagian dari regenerasi masyarakat adat di Sadaniang.
Pelatihan ini juga menjadi momen pembentukan organisasi tingkat kecamatan sebagai wadah komunikasi dan peningkatan kapasitas perempuan adat.
Emi berharap kegiatan ini memunculkan kader-kader perempuan muda yang tidak hanya aktif di organisasi desa tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat secara luas.
Melalui pelatihan ini, Gemawan dan Institut Dayakologi berkomitmen mendukung pemberdayaan perempuan adat untuk mempertahankan tradisi, memperjuangkan hak-hak adat, dan membangun keberlanjutan komunitas di Kecamatan Sadaniang.










