“Al-qur’an merupakan sumber utama dan kebutuhan dasar umat manusia dalam mengarungi kehidupan. Kita ketahui bersama, Al- qur’an yang sebenarnya merupakan induk dari segala ilmu pengetahuan cenderung dikesampingkan terutama di tengah derasnya arus perkembangan teknologi sekarang,” tuturnya.
Oleh karena itu menurutnya, kehidupan kita sekarang dipengaruhi lajunya teknologi. Ilmu pengetahuan semakin berkembang dari waktu ke waktu, sementara kesadaran kita sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa semakin terlupakan, apalagi generasi millenial diterpa dengan kegelisahan tentang masa depan dan pencapaian kehidupan, maka jadikanlah Al-qur’an sebaik-baiknya teman, sumber semangat dan penawar akan kegelisahan dan kesedihan.
“Dengan demikian, sudah semestinya pendidikan kita kini mengutamakan nilai keislaman dalam menghadapi persoalan keumatan. Semoga generasi millenial dapat menjadikan al-qur’an sebagai penawar sedih dan kegelisahan,” pungkasnya.
Adapun yang menjadi narasumber dari kegiatan seminar ini yaitu 1. Uzlah Maulana, 2. Edy Karnaen Ketua BKPRMI Ketapang dan Apt. Evandri Ramadhan.
Peserta dari kegiatan ini sebanyak 100 orang terdiri dari guru pendidikan Agama Islam, Guru TPQ, dan Pengurus BKPRMI yang berasal dari Kecamatan di Kabupaten Ketapang.(nfl)










