Penyakit ini tidak hanya mempengaruhi kesehatan individu tetapi juga berdampak pada ekonomi dan sistem kesehatan keseluruhan. Penderita TB paru yang tidak mendapatkan pengobatan yang adekuat dapat menyebabkan penyebaran lebih luas dan meningkatkan angka kematian.
Menurutnya, upaya pencegahan dan pengobatan menjadi sangat penting. Peran pemerintah dalam program deteksi dini, pengobatan yang terstandarisasi, edukasi TB kepada masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan rutin dan penggunaan masker, pengawasan langsung langsung pasien yg minum obat, pengobatan TB serta menggalakkan vaksin BCG pada bayi baru lahir menjadi alternatif utama untuk pencegahan penyebaran penyakit TB paru.
“Selain pemerintah, pencegahan TB paru juga membutuhkan partisipasi aktif dari masyarakat. Pengenalan gejala awal dan pengobatan yang tepat waktu sangat penting dalam mencegah penyebaran lebih lanjut,” terangnya
“Dengan kesadaran dan kerjasama yang baik antara pemerintah dan masyarakat diharapkan angka penderita TB paru dapat ditekan dan Indonesia bebas dari TB pada 2035 mendatang,” tutupnya (rfk/*pkrs-humas/rsudssma)










