BNPB Tinjau Pengungsian Pascaerupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki Hingga Ke Kabupaten Sikka

 

Sama halnya dengan di Desa Hikong, Lukmansyah memastikan seluruh warga mendapatkan kenyamanan dan keamanan selama berada di pengungsian. “Sudah pasi mengungsi tidak enak, jangan sampai makanan juga tidak enak,” ungkap Lukmansyah.

 

Penanganan bencana erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki menjadikan salah satu bukti kolaborasi yang apik antar pemerintah daerah, hal itu terlihat atas kepedulian yang dilakukan masyakarat dan pemerintah daerah Sikka yang dengan tulus menerima warga Kabupaten Flores Timur mengungsi.

 

“Ada bantuan dari Bapak Bupati dan warga yang membantu penanganan pengungsi. Tidak ada batas antara Sikka dan Flores Timur, biarpun yang di sini bukan warganya semua dikeluarkan untuk membantu tetangga dari kabupaten sebelah,” pungkasnya.

 

Di akhir tinjauan, dirinya memberikan dukungan simbolis kebutuhan dasar para pengungsi bagi dua desa tersebut.

 

*Pembelajaran Penanganan Gunung Semeru*

 

Pada kesempatan sama, Lukmansyah turut mengimbau warga yang tinggal di zona bahaya untuk relokasi ke tempat aman. Hal serupa juga pernah dilakukan, yaitu merelokasi warga terdampak Gunung Semeru.

 

“Contohnya di Jawa Timur kita bangun dua ribu rumah dalam waktu satu tahun, karena Semeru mengeluarkan lahar akibatkan korban meninggal dunia, segera direlokasi. Tahun berikutnya di bulan yang sama gunung meletus lagi, kembali melewati kampung yang sudah ditinggalkan, untung sudah ditinggalkan. Semeru dijadikan pembelajaran,” tutup Lukmansyah.(rfk/*pusdatin bnpb)