PONTIANAK – Nama Didi Haryono mulai menarik perhatian masyarakat usai disebut Sutarmidji akan menjadi pendampingnya di pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kalbar 2024.
Tidak hanya masyarakat Kalbar, nama Didi juga menjadi daya tarik koalisi partai pendukung Sutarmidji. Keputusan Gubernur Kalbar periode 218-2023 tersebut dinilai menjadi titik balik penting dalam dinamika politik menjelang Pilkada Kalbar.
Ketua DPD Partai Gerindra Kalbar, Yuliansyah menjelaskan pemilihan Didi Haryono sebagai pendamping Sutarmidji bukan keputusan yang diambil tiba-tiba. Keputusan itu merupakan hasil komunikasi intensif antara partai-partai koalisi.
“Pemilihan wakilnya Pak Sutarmidji melalui proses komunikasi yang cukup alot di antara partai-partai koalisi. Namun, kami sepakat Pak Didi Haryono adalah pilihan terbaik untuk mendampingi Pak Sutarmidji di Pilgub 2024,” katanya, Rabu (14/8).
Sebelumnya, ada spekulasi Sutarmidji akan kembali berpasangan dengan Ria Norsan. Namun, seiring berjalannya waktu, komunikasi Sutarmidji dan Norsan mengalami kendala. Sutaridji akhirnya memilih Didi Haryono.
“Awalnya ada opsi untuk berpasangan dengan Pak Ria Norsan, tapi dengan dinamika politik yang ada, komunikasi mereka agak terhenti. Akhirnya Pak Sutarmidji memutuskan untuk maju (Pilkada) bersama Pak Didi,” tambah Yuliansyah.
Didi Haryono sendiri dikenal sebagai sosok yang telah banyak berkontribusi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kalbar selama menjabat sebagai Kapolda. Ia juga merupakan putra daerah kelahiran Singkawang yang dinilai memiliki kepedulian besar terhadap pembangunan Kalbar.
“Beliau adalah putra daerah yang sudah banyak berbuat untuk Kalbar dan sudah sewajarnya beliau bisa berkontribusi lebih besar bersama Pak Sutarmidji,” ujar Yuliansyah.
Di sisi lain, Ketua DPW Partai Nasdem Kalbar, Syarif Abdullah Alqadri menyebutkan partainya mendukung Didi Haryono sebagai calon wakil gubernur. Namun, dukungan tersebut masih akan disesuaikan dengan kesepakatan akhir di dalam koalisi partai.
“Rekomendasi kami bersifat fleksibel dan akan menyesuaikan dengan kesepakatan koalisi. Kami berharap keputusan ini bisa diterima semua pihak dalam koalisi,” sebut Syarif Abdullah.
Dengan semakin dekatnya tahapan pendaftaran pada akhir Agustus 2024, pasangan Sutarmidji-Didi Haryono semakin solid dan diharapkan mampu menghadirkan perubahan yang signifikan bagi Kalbar dalam kontestasi Pilkada 2024. (yo)
















