Bantuan ini akan disalurkan secara bertahap yang terbagi menjadi lima sortie, tiga sortie akan didistribusikan pada Senin (8/7) dan dua sortie pada Selasa (9/7) yang diangkut dengan pesawat kargo.
Dalam misi kemanusiaan tersebut, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto S.Sos., M.M., mengantarkan langsung bantuan termasuk sejumlah delegasi dari Kementerian Luar Negeri dan awak media.
Bantuan kemanusiaan Indonesia direncanakan akan diterima langsung secara simbolis oleh Perwakilan Pemerintah Papua Nugini, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Papua Nugini serta para diplomat KBRI Port Moresby pada Selasa (9/7).
Sebagai informasi, berdasarkan data yang dihimpun oleh KBRI Port Moresby, bencana tanah longsor di Provinsi Enga, Papua Nugini terjadi pada Jumat (24/6) pukul 03.00 dini hari waktu setempat. Kejadian ini menyebabkan kurang lebih 670 jiwa meninggal dunia dan lebih dari 70.000 jiwa terdampak di Desa Yambali dan Desa Kaokalam. Tidak ada Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam peristiwa ini.
*Bantuan Kemanusiaan untuk Afganistan
Tidak hanya Papua Nugini, Pemerintah Indonesia melalui BNPB turut mengirimkan bantuan kemanusiaan kepada negara Afganistan untuk mendukung upaya pemulihan pascabencana gempabumi berkekuatan magnitudo (M) 6,3 yang menewaskan ribuan orang pada Oktober 2023 lalu.
Pengiriman bantuan yang turut dilepas secara simbolis bersamaan dengan bantuan kemanusiaan Papua Nugini ini direncanakan pada 15 Juli mendatang.
Adapun total bantuan untuk Afghanistan sama dengan bantuan untuk PNG senilai 17,5 miliar dengan berat total mencapai 59,4 ton, meliputi 10 set tenda pengungsi, 200 set tenda keluarga, 15 unit lampu penerangan, 1.200 paket peralatan kebersihan, 1.200 paket peralatan memasak, 1.200 paket kebutuhan khusus perempuan, 8.400 lembar selimut, 2.400 pak jerigen dan 2.400 lembar terpal.(rfk/*pusdatin bnpb).










