Staf Ahli menerangkan, modal sosial seperti nilai gotong royong, ramah tamah, dan kejujuran yang telah tertanam sejak lama dalam masyarakat Ketapang.
“Nilai-nilai kemanusiaan tersebut harus tercermin dalam perilaku sehari-hari, termasuk dalam menjaga kelestarian alam dan menghindari sifat rakus terhadap lingkungan,” imbuhnya.
Staf Ahli mengajak para pemuka agama Buddha, untuk terus memimpin dengan kearifan, tanggung jawab, dan keteladanan, serta mendorong umatnya untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa dan negara.
“Perayaan Waisak ini diharapkan menjadi momentum untuk menyebarkan kedamaian dan kebaikan, serta memperkuat semangat kerjasama dalam membangun hari esok yang lebih baik,” tutupnya.(nfl)










