Disamping itu, Sekda juga berharap agar momentum halal bihalal ini dapat dijadikan wahana peningkatan kebersamaan untuk mewujudkan Ketapang maju dan sejahtera.
“Masyarakat Kabupaten Ketapang, yang terdiri dari berbagai suku, ras dan agama, serta budaya dan adat-istiadat yang berbeda-beda ternyata bisa hidup berdampingan,” ujarnya.
Lebih lanjut Sekda mengajak seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Ketapang untuk tetap selalu menjaga kebersamaan, menjaga toleransi, saling menghormati dan saling menghargai, serta selalu menjaga kerukunan dan kedamaian di Kabupaten Ketapang.
“Saya berharap agar keberadaan paguyuban Jawa di Kabupaten Ketapang dapat menjadi ikon organisasi yang dapat dibanggakan, kontributif, menjadi mitra pemerintah dan dapat bekerja sama dengan organisasi kemasyarakatan lain, yang ada di Kabupaten Ketapang,” ucapnya.
“Terpenting dari itu semua adalah komitmen kita untuk terus melakukan upaya realistis, sehingga apa yang kita rencanakan dan kita cita-cita akan tercapai,” tutup Sekda.
Halal bihalal ditutup dengan tausiyah oleh Ustadz Jema’ie Makmur. Kegiatan juga dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Ketapang, unsur Forkopimda Kabupaten Ketapang, Ketua dan Pengurus Paguyuban Jawa, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, lembaga sosial kemasyarakatan, sejumlah pimpinan organisasi kemasyarakatan, keluarga besar paguyuban Jawa.(nfl)










