Kualitas Udara di Kalbar Tidak Sehat, Malam Berbahaya !

Karhutla yang terjadi, penyebab utama buruk dan berbahayanya kualitas udara di Kalbar (foto:int)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, sesuai citra sebaran asap ada sebaran asap yang terdeteksi di sejumlah wilayah Kalimantan, termasuk di Kalbar.”Terdeteksi asap di wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan,” kata BMKG dalam laman resminya.

“Arah angin di Indonesia pada umumnya bertiup dari Tenggara ke Barat Laut – Timur Laut. Tidak terdeteksi adanya Transboundary Haze,” lanjut BMKG.

Kualitas udara yang buruk di Kalbar juga disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kian meluas dan menimbulkan kabut asap. Saat ini jumlah titik panas (hotspot) di Kalbar semakin banyak, berdasarkan pantauan BMKG Supadio Pontianak terdapat lebih dari 1.700 titik panas di seluruh Kalbar.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat juga sudah menginstruksikan agar sekolah tingkat SMA/SMK membatasi aktivitas di luar kelas imbas kabut asap.

“Yang telah diterapkan di lingkungan sekolah mencakup pemakaian masker bagi siswa dan staf, serta peningkatan asupan cairan agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik. Selain itu, aktivitas di luar kelas juga dibatasi untuk mengurangi paparan udara yang tidak sehat,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar Rita Hastarita.(rfk/ind)