Ia menjelaskan musim kemarau kering bakal terjadi dari wilayah Sumatra bagian tengah hingga Selatan, lalu seluruh pulau Jawa, disusul Bali hingga Nusa Tenggara Timur dan Barat, juga sebagian Papua. “Kemudian bergerak di bulan September itu masih puncak terutama wilayah lain, Kalimantan, Sulawesi ini akan terdampak. Di Nusa Tenggara diprediksi efek atau dampaknya ini akan berlangsung sampai Desember,” kata Dwikorita.
Bahkan ia melihat di lapangan dampak kekeringan sudah terlihat.”Kalau kita lihat di lapangan sungai-sungai sudah kelihatan mulai mengering ya. ya bantaran yang biasanya tertutup air, sudah bisa untuk apa ya mungkin main sepak bola ya atau bermain voli atau apa ini sudah mengering,” kata Dwikorita.
Meski menurutnya level El Nino di Indonesia ini masih rendah dibandingkan negara lain seperti di India, Thailand, Vietnam. Bahkan Dwikorita menyebut intensitas di Indonesia paling rendah dibandingkan negara lain.(rfk/ind)










