Semua Wilayah Diminta Siaga Kemarau dan Panas Menyengat

ilustrasi foto kemarau (foto:ind)

Selain manajemen air, Syahrul meminta daerah untuk memerhatikan varietas yang digunakan, yaitu menggunakan varietas yang tahan kekeringan  atau beradaptasi pada efek El Nino.

Sementara untuk pemupukan, daerah diharapkan dapat menerapkan metode pemupukan berimbang.

“Pengembangan pupuk organik harus dilakukan secara masif dengan tetap seimbang menggunakan pupuk kimia tidak lebih dari 50 persen,” kata Syahrul.

“Kita bersiap dengan mengambil prediksi terjelek tapi jangan sampai melemahkan kita,” cetusnya. Mengutip situs resmi Kementerian Pertanian (Kementan), El Nino sering dikaitkan dengan peningkatan suhu permukaan laut dan penurunan curah hujan di beberapa wilayah.

“Hal ini dapat menyebabkan kekeringan yang berkepanjangan, mengurangi ketersediaan air untuk pertanian. Tanaman membutuhkan air yang cukup untuk tumbuh dengan baik, dan kekurangan air dapat menghambat pertumbuhan tanaman dan mengurangi hasil panen,” tulis Kementan.(rfk/ind)