Walaupun puncak kemarau diprediksi pada bulan Agustus nanti, namun proses menuju kemarau-El Nino sudah berjalan.Peningkatan suhu (panas) juga terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia.
Peringatan Dini potensi kemarau juga telah dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Seperti dilansir Fakta Kalbar dari CNBC, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo pun mulai melakukan persiapan dengan membentuk gugus tugas dalam menghadapi cuaca ekstrim El Nino.
“Saya meminta untuk dibentuk gugus tugas di setiap wilayah. Kita semua harus duduk bersama untuk merumuskan semuanya, dimulai dari pemetaan wilayah, konsep kelembagaan, hingga rencana aksinya,” kata Syahrul dalam keterangan tertulis, Senin (22/5).
Gugus tugas berbasis wilayah penting untuk segera dibentuk. Setiap wilayah membutuhkan penanganan yang berbeda. Ada wilayah kategori hijau yang tidak terdampak sehingga produksinya tidak terganggu. Tapi ada juga wilayah kategori kuning dan merah yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Setiap pemerintah daerah harus jeli membaca kebutuhan wilayahnya,” jelasnya.
Dia menambahkan, manajemen air untuk kebutuhan pertanian menjadi titik krusial dalam menghadapi El Nino. Setiap daerah diminta untuk menampung air sehingga pada saat El Nino terjadi, ketersediaan untuk menanam bisa tercukupi.










