Kartu SIM Smartphone Segera Beralih ke eSim

Dia mengatakan pengguna eSIM masih bergantung dengan keberadaan handset pendukungnya. Sejauh ini masih terbatas pada handphone di kelas high-end.

Hal itulah yang membuat ruang untuk penjualan kartu perdana masih besar. Saat ini, perusahaan juga masih dalam masa perkenalan produk. “Tergantung handsetnya berapa cepat dan murah yang bisa eSIM. Kalau handset low end sudah bisa eSIM menurut saya bisa aja,” kata dia.

Operator lain yang juga telah meluncurkan eSIM adalah XL Axiata. Presiden Direktur XL Axiata, Dian Siswarini juga menjelaskan eSIm jadi jawaban untuk kenaikan harga SIM Card. Perang Rusia-Ukraina ternyata memicu kenaikan harga tersebut.

“Sumber membuat chip 55% dari Ukraina. Kenapa jadi mahal ? Neon yang membuat chip itu adanya dari Ukraina. Setelah perang dari Rp 1.500 naik harganya bisa Rp 7.000-Rp 8.000 untuk produksi. Kalau ada eSIM mengurangi COGS (harga pokok penjualan) mengurangi biaya berjualan,” jelas Dian.

Selain itu, eSIM juga berdampak pada pelanggan yang akan mendapatkan pengalaman baru. “Buat pelanggan lebih enak seamless dan full digital. Dari beli dan segala macem kalau hilang tinggal download,” ungkapnya. (rfk/ind)