Sutarmidji Tekankan Partisipasi Semua Pihak Berdayakan UMKM

Gubernur Kalbar. H.Sutarmidji,SH.M.Hum (foto: aws humas prov)

Gubernur Kalimantan Barat H. Sutarmidji S.H., M.Hum., menghadiri kegiatan Sinergi Pemberdayaan UMKM Kemenkeu Satu Kalimantan Barat 2023 di Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kalbar, Rabu (8/2/2023).

Kegiatan ini merupakan salah satu upaya mendorong penguatan UMKM dan mensosialisasikan kebijakan Kementerian Keuangan, khususnya di Wilayah Kalimantan Barat yang dimulai dari tanggal 8 Februari hingga 10 Februari 2023.

Dalam penyampaiannya Gubernur Kalbar mendukung dan mengapresiasi kegiatan Sinergi Pemberdayaan UMKM Kemenkeu Satu ini. Sebab dirinya berharap UMKM mampu mengupgrade kapasitas rencana bisnis dan laporan keuangan serta mengupdatenya dalam sistem informasi Kelayakan Usaha untuk menyediakan Profil UMKM yang layak dibiayai oleh Perbankan dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya.

“Kebutuhan UMKM saat ini juga mengikuti perkembangan teknologi. Untuk itu pemerintah hadir melalui berbagai program untuk mengatasi beberapa permasalahan tersebut melalui KUR dengan subsidi bunga KUR sebesar 6% pertahun dan Pembiayaan Ultra Mikro,” ungkap Sutarmidji.

Tak hanya itu saja Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) juga bertujuan untuk mendorong national branding produk lokal unggulan untuk menciptakan industri baru mendorong pelaku UMKM untuk bergabung ke platform digital.

“Pemprov Kalbar meminta partisipasi semua pihak untuk membangun sinergitas pemberdayaan UMKM, khususnya UMKM dengan keterbatasan informasi mengenai produk dan jasa keuangan perbankan untuk melakukan pengembangan usaha demi terciptanya lapangan kerja dan ketahanan ekonomi daerah serta memberi manfaat bagi perkembangan daerah,” tuturnya.

Di tempat yang sama Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara meminta Bank untuk jangan takut memberikan Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dia menekankan bahwa Bank harus menyediakan akses yang mudah dalam pemberian KUR.

Walaupun bunga yang diberikan ke pelaku usaha melalui program ini tergolong rendah, dia menjamin pihaknya akan membayar selisih dari bunga sesungguhnya.“Bunga KUR kecil, tapi Bank tidak akan rugi. Bunga 6% dibayar pelaku usaha, sisanya dibayar negara,” ujarnya.