Eli lebih rinci menyebutkan kalau perusahaan penjual batu memang saat ini hanya dilakukan oleh PT Hansindo Mineral yang berlokasi di Peniraman, Kecamatan Sungai Pinyuh Kabupaten Mempawah. “Setiap hari antrean truk sangat panjang untuk dapat membeli dan memuat batu di Peniraman. Kita pesan 7 truk, yang bisa datang ngantar batu ke perusahaan kita cuma 2 truk, yang lain masih harus antri besok-besoknya,” terang Eli.
Penelusuran Fakta Kalbar dari berbagai sumber menjelaskan.Sejak bulan September 2022 ancaman kelangkaan batu di Kalbar sudah diprediksi.Pasalnya kendala izin ledakan yang sulit. Ketika izin ledak didapat oleh perusahaan pertambangan dan memecahkan batu, diperparah lagi izin produksi beberapa perusahaan ternyata “Mati” atau dicabut.
“Tidak mengherankan jika saat ini hanya PT Hansindo Mineral yang bisa melayani pembeli.Se Kalbar mungkin tinggal perusahaan yang izin produksinya masih hidup. Bayangkan untuk melayani se Kalbar, terutama perusahaan pemilik batching plant jelas tidak mampu.” ujar sumber Fakta Kalbar yang minta identitasnya tidak disebutkan.
Baik Wandi maupun Eli berharap pemerintah Kalbar, dalam hal ini Gubernur mengeluarkan kebijakan untuk mengatasi kelangkaan batu di Kalbar. (rfk)










