Secara teknikal, rupiah yang disimbolkan USD/IDR berada bawah di rerata pergerakan 50 hari (moving average 50/MA50) yang berada di kisaran Rp 14.890/US$ – Rp 14.900/US$.MA 50 merupakan resisten kuat yang menahan pelemahan rupiah. Sehingga selama bertahan di bawahnya, rupiah berpeluang menguat.
Sementara itu indikator Stochastic pada grafik harian sudah bergerak turun dari wilayah jenuh beli (overbought).Stochastic merupakan leading indicator, atau indikator yang mengawali pergerakan harga. Ketika Stochastic mencapai wilayah overbought (di atas 80) atau oversold (di bawah 20), maka harga suatu instrumen berpeluang berbalik arah. Artinya, selama belum mencapai oversold, ruang penguatan rupiah masih terbuka cukup besar.
Support terdekat berada di kisaran Rp 14.800/US$, jika level tersebut ditembus dengan konsisten rupiah berpeluang menguji support kuat berada di kisaran Rp 14.730/US$, yang merupakan FibonacciRetracement61,8% pekan ini.Fibonacci Retracement tersebut ditarik dari titik terendah 24 Januari 2020 di Rp 13.565/US$ dan tertinggi 23 Maret 2020 di Rp 16.620/US$.
Sementara itu resisten terdekat berada di kisaran Rp 14.860/US$. Jika dilewati, rupiah berisiko menguji kembali MA 50.Penembusan dengan konsisten ke atas level tersebut berisiko membawa rupiah melemah lebih jauh menuju Rp 14.940/US$ – Rp 14.950/US$. (rfk)










