Kemendag Cuek Ancaman Mogok Jual Minyak Goreng

Minyak goreng kemasan yang dijual di ritel, (foto:ind)

*Tunggu Pertimbangan Hukum Kejagung

 

Kementerian Perdagangan (Kemendag) bergeming meski Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) telah memberi peringatan akan ‘mogok’ menjual minyak goreng di gerai-gerai ritel modern. Seperti dilansir Fakta Kalbar dari CNBC, Kemendag pun menegaskan, pembayaran rafaksi atau selisih harga minyak goreng kepada peritel modern tetap akan menunggu restu Kejaksaan Agung (Kejagung).

Dimana, pemerintah masih berutang Rp344 miliar kepada peritel modern atas program minyak goreng bersubsidi pada Januari 2022 lalu. Program yang menugaskan ritel modern menjual minyak goreng merata Rp14.000 per liter.

Menurut Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Isy Karim, Aprindo sendiri telah berulang kali melakukan audiensi dengan Kemendag.

“Dan telah kami sampaikan bahwa pemerintah lebih mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam melaksanakan pembayaran selisih harga tersebut,” ujar Isy Karim. “Proses yang sedang berjalan saat ini, Kemendag sedang meminta pertimbangan hukum kepada Kejaksaan Agung mengenai pembayaran selisih harga melalui BPDPKS. Tim dari Kejaksaan Agung saat ini masih melakukan kajian terhadap permintaan Kemendag untuk meminta pertimbangan hukum dalam hal legalitas pembayaran selisih harga ini,” jelasnya.