Sudah Tidur Lebih Awal Tapi Tetap Mengantuk Seharian? Ternyata Ini Penyebabnya

"Pernahkah Anda sengaja tidur lebih awal agar segar keesokan paginya, tapi justru merasa sangat mengantuk seharian? Kenali fenomena ini dan penyebab di baliknya."
Pernahkah Anda sengaja tidur lebih awal agar segar keesokan paginya, tapi justru merasa sangat mengantuk seharian? Kenali fenomena ini dan penyebab di baliknya. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Pernahkah Anda memutuskan untuk masuk ke kamar dan memejamkan mata lebih awal dari biasanya dengan harapan bisa bangun dalam kondisi tubuh yang segar bugar? Namun ironisnya, keesokan paginya Anda justru merasa sangat lelah, lesu, dan terus-terusan mengantuk sepanjang hari.

Kondisi yang terdengar kontradiktif ini sebenarnya sangat umum terjadi dan memiliki penjelasan ilmiah.

Durasi tidur yang panjang ternyata tidak selalu berbanding lurus dengan kualitas istirahat yang baik.

Jika Anda sering mengalami hal ini, berikut adalah beberapa alasan mengapa Anda tetap merasa mengantuk meski sudah tidur lebih awal:

1. Terjebak dalam Sleep Inertia

Baca Juga: Taktik Jaga Stamina Salat Tarawih Tanpa Mengantuk

Alasan paling umum mengapa Anda merasa sangat lesu saat bangun adalah fenomena sleep inertia atau inersia tidur.

Ini adalah kondisi transisi di mana otak Anda belum sepenuhnya “menyala” setelah terbangun dari fase tidur paling dalam (deep sleep).

Ketika Anda tidur lebih awal, siklus tidur Anda berubah, dan alarm pagi mungkin berbunyi tepat ketika Anda sedang berada di fase deep sleep.

Akibatnya, Anda akan terbangun dengan rasa pening dan kelelahan luar biasa yang bisa bertahan hingga berjam-jam.

2. Kualitas Tidur yang Buruk

Tidur selama 9 jam namun terus terbangun di tengah malam jauh lebih buruk dibandingkan tidur 6 jam namun nyenyak tanpa gangguan.

Meskipun Anda tidur lebih awal, jika kualitas tidurnya buru kentah karena suhu kamar yang tidak nyaman, stres, atau gangguan pernapasan seperti sleep apne atubuh Anda tidak mendapatkan fase restoratif (pemulihan) yang dibutuhkan.

Hasilnya, Anda tetap merasa kekurangan energi.

3. Kekacauan Ritme Sirkadian

Tubuh manusia memiliki jam biologis alami yang disebut ritme sirkadian (circadian rhythm).

Jam ini mengatur kapan Anda merasa mengantuk dan kapan harus bangun berdasarkan rutinitas harian Anda.

Jika Anda biasanya tidur jam 11 malam lalu tiba-tiba mencoba tidur jam 8 malam, tubuh Anda akan kebingungan.

Perubahan jadwal yang drastis ini mengacaukan ritme sirkadian, membuat tubuh meresponsnya seperti sedang mengalami jet lag.

4. Oversleeping atau Tidur Berlebihan

Tidur lebih awal sering kali berujung pada durasi tidur yang berlebihan (oversleeping).

Tidur lebih dari 9 jam bagi orang dewasa ternyata bisa memicu rasa lelah yang ekstrem.

Terlalu banyak tidur akan mengganggu ritme internal tubuh dan menurunkan aliran darah ke otak, sehingga memicu sakit kepala dan rasa kantuk yang berkepanjangan di siang hari.

5. Pengaruh Pola Makan Malam

Apa yang Anda konsumsi sebelum memutuskan untuk tidur awal juga sangat berpengaruh.

Makan terlalu banyak karbohidrat berat, mengonsumsi alkohol, atau kurang minum air putih (dehidrasi) dapat membuat organ pencernaan Anda bekerja keras sepanjang malam.

Alih-alih beristirahat, energi tubuh justru terkuras untuk mencerna makanan, membuat Anda terbangun dengan kondisi lelah.

Bagaimana Solusinya?

Untuk menghindari rasa kantuk yang berkepanjangan, kuncinya bukanlah pada seberapa awal Anda tidur, melainkan seberapa konsisten jadwal Anda.

Usahakan untuk tidur dan bangun di jam yang sama setiap hari, bahkan saat akhir pekan.

Hal ini akan membantu mengkalibrasi ritme sirkadian Anda sehingga tubuh tahu kapan harus beristirahat dan kapan harus bersiap memulai hari.

Baca Juga: Cara Mengatur Pola Tidur Saat Puasa Agar Tidak Mengantuk

(Mira)