“Pemuda, khususnya kader GMNI, harus hadir sebagai solusi. Jangan hanya menjadi penonton, tetapi jadilah pelaku perubahan yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat,” tegasnya.
Mengakhiri penyampaiannya, Derahman mewanti-wanti agar ajaran atau ideologi organisasi tidak dibiarkan menjadi jargon kosong di atas kertas. Gerakan sosial kebangsaan harus bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kelas bawah.
“Nilai-nilai Marhaenisme harus kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam organisasi maupun di tengah masyarakat. Itulah esensi perjuangan kita,” tutup Derahman.
Baca Juga: Kasus Rudapaksa Siswi SMP Mandek, GMNI Desak Polda Kalbar Segera Tahan Pelaku
(Mira)











