Faktakalbar.id, KUBU RAYA – Dinamika pergerakan mahasiswa dan pemuda dituntut untuk terus relevan dengan tantangan zaman. Peringatan hari jadi sebuah organisasi pergerakan dinilai tidak boleh berhenti pada sebatas perayaan seremonial, melainkan harus diiringi dengan evaluasi dan aksi nyata di lapangan.
Pesan tersebut mengemuka dalam agenda konsolidasi keluarga besar Marhaenis dan peringatan Dies Natalis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) ke-72 yang dilangsungkan di Aula Kantor Bupati Kubu Raya, Minggu (12/4).
Hadir dalam forum tersebut, Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Kubu Raya, Derahman, yang menyoroti arah gerak organisasi kepemudaan di tengah pusaran perubahan zaman. Ia mengingatkan para kader GMNI untuk kembali merapatkan barisan dan mengevaluasi posisi tawar mereka di masyarakat.
“Momentum Dies Natalis GMNI ke-72 ini harus kita jadikan sebagai refleksi untuk memperkuat komitmen ideologis dan semangat juang kader. GMNI harus tetap menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan kepentingan rakyat,” ujar Derahman di hadapan peserta konsolidasi.
Baca Juga: Wali Kota Singkawang Dukung Rencana Dialog Publik dan Dies Natalis ke-72 GMNI
Lebih lanjut, Derahman menilai bahwa konsolidasi merupakan sarana krusial untuk menyatukan frekuensi gerakan yang sering kali terpecah oleh dinamika internal. Ia memandang kekuatan sebuah pergerakan sangat bergantung pada kohesi antar-anggotanya.
“Konsolidasi seperti ini sangat penting untuk menjaga kekompakan dan memperkuat jaringan antar kader. Dengan soliditas yang kuat, kita bisa menghadapi berbagai tantangan ke depan,” tambahnya.
Di luar urusan internal keorganisasian, tantangan terbesar kelompok intelektual muda saat ini adalah keterlibatan langsung dalam proses pembangunan daerah. Mahasiswa diminta untuk keluar dari menara gading dan tidak sekadar melontarkan kritik tanpa menawarkan jalan keluar.











