Cuaca Ekstrem, Angin Kencang di Demak Rusak Puluhan Rumah Warga Karangawen

Petugas BPBD Kabupaten Demak bersama warga melakukan asesmen dan membersihkan puing-puing atap rumah warga yang rusak akibat hempasan angin kencang.
Petugas BPBD Kabupaten Demak bersama warga melakukan asesmen dan membersihkan puing-puing atap rumah warga yang rusak akibat hempasan angin kencang. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, DEMAK – Bencana hidrometeorologi berupa hujan deras yang disertai angin kencang di Demak melanda wilayah Desa Jragung, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah.

Peristiwa cuaca ekstrem yang terjadi pada Jumat (10/4/2026) sekitar pukul 15.00 WIB ini menyebabkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan struktural.

Baca Juga: Kepala BNPB Sebut Penyaluran Bantuan Stimulan Rumah Rusak di Aceh dan Sumatra Capai Rp537,22 Miliar

Berdasarkan laporan resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak, hempasan angin yang cukup presisi di wilayah permukiman tersebut merusak total 34 unit tempat tinggal. Rincian kerusakan mencakup 31 unit rumah mengalami rusak ringan, sementara 3 unit rumah lainnya dikategorikan rusak sedang. Pihak otoritas melaporkan bahwa kerusakan bangunan milik warga mayoritas terjadi pada bagian atap yang terlepas atau beterbangan terbawa pusaran angin.

Merespons kejadian bencana angin kencang di Demak ini, tim reaksi cepat BPBD segera diterjunkan untuk melakukan asesmen dan pendataan langsung ke lokasi kejadian. Langkah penanganan di lapangan ini dikoordinasikan secara intensif bersama jajaran pemerintah kecamatan yang didampingi langsung oleh perangkat pemerintah desa setempat.

Guna mempercepat proses pemulihan lingkungan, tim gabungan yang terdiri dari unsur aparat dan masyarakat langsung menggelar kerja bakti massal. Mereka membersihkan ranting-ranting pohon yang tumbang menutup akses, serta mengevakuasi material atap seng dan genting yang berserakan di sekitar permukiman warga.

Peristiwa di Demak ini sejalan dengan catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang mengonfirmasi bahwa fenomena angin kencang mendominasi laporan kebencanaan di sejumlah wilayah Pulau Jawa pada periode pemantauan akhir pekan ini.