Faktakalbar.id, POSO – Bencana hidrometeorologi berupa banjir di Pamona Utara merendam puluhan rumah dan ruas jalan permukiman warga di wilayah Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah, pada Minggu (12/4/2026) dini hari.
Bencana ini dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan yang mengguyur wilayah tersebut sejak malam hari sehingga memicu luapan air yang tak mampu ditampung oleh saluran drainase setempat.
Baca Juga: Update Data Bencana BNPB Awal April: Karhutla Ogan Ilir hingga Longsor Deli Serdang
Berdasarkan laporan resmi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang dirilis pada Senin (13/4/2026) pukul 07.00 WIB, genangan air mulai memasuki kawasan permukiman warga di Desa Saojo, Kecamatan Pamona Utara, sekitar pukul 00.30 WITA.
Peristiwa alam ini berdampak langsung pada 60 Kepala Keluarga (KK) di desa tersebut. Data Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi mencatat sebanyak 60 unit rumah warga terendam genangan air banjir dengan ketinggian bervariasi.
Merespons kejadian banjir di Pamona Utara tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Poso segera menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi kejadian. Petugas di lapangan langsung melakukan kaji cepat (asesmen) dan pendataan dampak kerugian secara menyeluruh.
Sebagai langkah mitigasi dan penanganan jangka pendek, tim gabungan bersama pemerintah desa setempat tengah merencanakan perbaikan sistem drainase untuk memperlancar aliran air pembuangan.
Fenomena banjir di wilayah Poso ini menambah daftar panjang rentetan bencana hidrometeorologi yang mendominasi berbagai daerah di Indonesia selama masa peralihan musim. Menyikapi tren peningkatan kejadian bencana ini, BNPB mengimbau seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap potensi cuaca ekstrem.
















