“Kita kehilangan satu generasi terbaik bangsa ini. Karena itu nilai sejarah ini jangan sampai hilang, jangan sampai anak cucu kita tidak tahu siapa yang telah berjuang dan berkorban untuk daerah ini,” terangnya.
Syafaruddin juga mengungkapkan harapannya agar perhatian terhadap situs-situs sejarah, khususnya Makam Juang Mandor, terus ditingkatkan oleh pemerintah dan masyarakat.
Menurutnya, kawasan makam tersebut bukan hanya sekadar tempat ziarah tahunan, melainkan simbol penting dari memori kolektif masyarakat Kalimantan Barat.
“Sejarah ini harus kita rawat bersama. Bukan hanya dengan cerita, tetapi dengan tindakan nyata, penghormatan nyata, dan kepedulian nyata,” pungkasnya.
(FR)
















