“Logistik ini ibarat ‘nyawa’ bagi mereka yang berada di pos-pos terpencil, maupun bagi masyarakat sekitar yang akses daratnya masih sangat terbatas,” ujar Danpos Satgas Yon Parako 466 Pasgat, Kapten Pas Gugus.
Selama proses bongkar muat selesai dan pesawat bersiap kembali mengudara, personel tetap berada di posisi tempur mereka di sisi landasan.
Pengawasan terus dilakukan hingga pesawat benar-benar lepas landas dan menghilang dari pandangan.
Dedikasi ini menjadi bukti komitmen TNI dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendukung program pemerataan distribusi logistik di seluruh pelosok negeri, khususnya di wilayah yang memiliki tantangan geografis berat.
(*Red)
















