“Kenaikan produksi yang jelas, paling lambat tahun 2027 kita sudah swasembada white sugar atau gula putih,” pungkas Amran meyakinkan publik di Kompleks Parlemen, Jakarta.
Perbedaan pandangan antara pelaku di lapangan dan pemangku kebijakan ini menjadi catatan penting. Swasembada pangan yang ideal menuntut keseimbangan antara peningkatan produktivitas pertanian dan ketegasan regulasi tata niaga di pasaran.
Baca Juga: Penjaga Pangan dari Sadaniang: Kisah Teresiayati dan Perjuangan Petani Perempuan Desa Sekabuk
(Nal)
















