“Semakin luas wilayah, semakin besar pula biaya pembangunan. Karena itu, perlu pemahaman bersama agar tidak terjadi salah persepsi,” tambahnya.
Kerusakan infrastruktur jalan di kawasan Bedayan tersebut memang diakui memberikan dampak langsung terhadap mobilitas ekonomi serta akses pelayanan publik bagi warga sekitar.
Ketiadaan akses jalan darat yang mantap kerap kali menjadi hambatan utama dalam mendistribusikan hasil bumi maupun pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat pedalaman.
Baca Juga: Di Hadapan Wagub Kalbar, Bupati Minta Atensi Khusus untuk Infrastruktur Sintang
Kendati menghadapi kendala anggaran yang terbatas, Krisantus memastikan bahwa pemerintah daerah tetap berkomitmen penuh. Upaya perbaikan infrastruktur akan terus berjalan secara bertahap menyesuaikan skala prioritas.
Penanganan keluhan terkait keberadaan jalan rusak di Sintang yang saat ini menjadi perhatian publik juga dipastikan masuk dalam radar agenda pembangunan pemerintah.
(*Red)
















