Lifestyle  

Laris Manis, MacBook Neo Justru Bikin Apple Pusing

Ilustrasi - MacBook Neo laku keras di pasar global, namun Apple justru menghadapi dilema besar akibat ketersediaan chip A18 Pro yang menipis. Simak ulasannya di sini. (Dok. Ist)
Ilustrasi - MacBook Neo laku keras di pasar global, namun Apple justru menghadapi dilema besar akibat ketersediaan chip A18 Pro yang menipis. Simak ulasannya di sini. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Kehadiran MacBook Neo di pasar teknologi global memicu antusiasme luar biasa dari para pecinta gawai. Laptop terbaru besutan Apple ini mencatatkan angka penjualan yang fantastis hingga melampaui ekspektasi perusahaan.

Namun, kesuksesan besar ini justru mendatangkan dilema serius bagi manajemen Apple terkait rantai pasokan komponen utama mereka.

Tingginya permintaan masyarakat terhadap MacBook Neo kini memicu kelangkaan stok di berbagai negara. Konsumen di Amerika Serikat bahkan harus rela menunggu selama dua hingga tiga minggu untuk mendapatkan unit laptop yang mereka dambakan tersebut.

Baca Juga: Apple Ultah ke-50, iPhone 17 dan MacBook Pro Diskon Gila!

Krisis Chip di Tengah Lonjakan Pesanan

Penyebab utama dilema ini terletak pada ketersediaan chip A18 Pro yang menjadi otak utama MacBook Neo. Apple menggunakan versi binned dari chip ini, yakni unit yang memiliki sedikit kekurangan pada inti grafis namun tetap bekerja optimal untuk performa laptop.

Sayangnya, stok chip jenis ini mulai menipis seiring meledaknya pesanan dari pengguna baru Mac di seluruh dunia.

Di sisi lain, produsen mitra Apple yakni TSMC sudah mengoperasikan jalur produksi mereka pada kapasitas maksimal. Apple menghadapi pilihan sulit karena harus membayar biaya tambahan yang mahal jika ingin menambah pesanan chip secara mendadak.

Hal ini tentu mengancam margin keuntungan MacBook Neo yang sejak awal memang sudah sangat tipis karena harga jualnya yang terjangkau.