Faktakalbar.id, LIFESTYLE –Selama ini masyarakat mengenal cabai sebagai simbol rasa pedas paling ekstrem. Namun, dunia botani menyimpan rahasia tentang keberadaan Euphorbia resinifera, sebuah tanaman sukulen asal Afrika Utara yang memiliki tingkat kepedasan jauh melampaui batas kewajaran kuliner manusia.
Tanaman mirip kaktus ini menyimpan senyawa yang secara aktif memicu rasa sakit luar biasa jika bersentuhan dengan jaringan tubuh.
Berbeda dengan cabai yang mengandalkan kapsaisin untuk menciptakan sensasi terbakar, Euphorbia resinifera mengandung zat bernama resiniferatoxin. Senyawa alami ini menyandang predikat sebagai salah satu pemicu rasa sakit paling kuat di dunia.
Baca Juga: Kecil-Kecil Cabai Rawit! 7 Fakta Unik Plankton di SpongeBob yang Jarang Diketahui
Jika kita membandingkannya dengan skala Scoville, perbedaannya sangatlah mencolok dan sulit dipercaya oleh akal sehat.
Sebagai gambaran, cabai Carolina Reaper yang menyandang gelar terpedas di dunia hanya memiliki tingkat kepedasan sekitar 2,6 juta unit Scoville. Sementara itu, senyawa resiniferatoxin murni mencapai angka 16 miliar unit Scoville.
Angka fantastis ini menunjukkan bahwa tanaman tersebut memiliki kekuatan 1.000 kali lebih panas daripada zat aktif pada cabai murni sekalipun.
Dampak Ekstrem pada Sistem Saraf
Paparan zat dari tanaman ini tidak hanya memberikan sensasi pedas di lidah, tetapi juga bekerja sebagai iritan kimiawi yang sangat berbahaya. Resiniferatoxin secara aktif mengikat reseptor nyeri dalam tubuh manusia dengan intensitas yang sangat tinggi.
Hal ini memicu aliran ion kalsium berlebih ke dalam sel saraf yang berisiko merusak hingga mematikan ujung saraf sensorik secara permanen.
Para ilmuwan meyakini bahwa kemampuan ekstrem ini merupakan mekanisme pertahanan alami dari tanaman tersebut.
Dengan menghasilkan senyawa yang sangat menyakitkan, Euphorbia resinifera secara efektif mencegah hewan herbivora untuk mendekat apalagi memakannya di habitat aslinya di wilayah Maroko.
Baca Juga: 7 Cara Tanam Cabai di Lahan Sempit
















