Berat Badan Anak Sulit Naik? Waspadai Penyakit Jantung!

Ilustrasi - Kenali gejala penyakit jantung bawaan yang bisa hambat tumbuh kembang anak. Simak tanda awal dan pentingnya deteksi dini untuk kesehatan buah hati Anda. (Dok. Ist)
Ilustrasi - Kenali gejala penyakit jantung bawaan yang bisa hambat tumbuh kembang anak. Simak tanda awal dan pentingnya deteksi dini untuk kesehatan buah hati Anda. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Orang tua sering kali merasa khawatir saat melihat tumbuh kembang buah hati mereka tampak lebih lambat dibandingkan teman seusianya. Namun, banyak yang belum menyadari bahwa berat badan yang sulit naik bisa menjadi sinyal adanya Penyakit Jantung Bawaan (PJB).

Kondisi ini secara aktif memengaruhi metabolisme tubuh anak karena jantung harus bekerja jauh lebih keras.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari Bethsaida Hospital, dr. Putri Reno Indrisia, Sp.JP, menjelaskan bahwa PJB muncul akibat proses pembentukan jantung janin yang tidak sempurna sejak dalam kandungan.

Kelainan struktur ini memaksa tubuh anak membutuhkan kalori yang jauh lebih tinggi hanya untuk membantu kerja jantung dan proses pernapasan sehari-hari.

Baca Juga: Kali Ini Keracunan MBG di Jantung Ibukota Negara, 72 Siswa Tumbang

“Pada anak dengan penyakit jantung bawaan, tubuh membutuhkan kalori lebih tinggi untuk membantu kerja jantung dan proses pernapasan. Hal ini sering menyebabkan berat badan sulit naik dan pertumbuhan terhambat,” jelas dr. Putri mengenai alasan di balik kendala tumbuh kembang tersebut.

Kenali Gejala Biru dan Non-Biru

Secara umum, penyakit ini terbagi menjadi dua kelompok besar. Pertama adalah PJB Non-Sianotik, di mana anak tidak tampak biru karena kadar oksigen masih cukup baik. Namun, anak tetap mengalami gejala seperti menyusu yang terputus-putus atau sering berkeringat saat minum ASI.

Kedua adalah PJB Sianotik atau tipe biru yang tergolong lebih serius. Orang tua dapat mendeteksi kondisi ini jika bibir, lidah, atau ujung jari anak tampak kebiruan, terutama saat mereka sedang menangis atau kelelahan.

Pada anak yang lebih besar, gejala yang muncul biasanya berupa rasa cepat lelah saat bermain, jantung berdebar, hingga bentuk ujung jari yang membulat.