Faktakalbar.id, PONTIANAK – Pertemuan Temu Pemuda Lintas Iman (Tepelima) Kalimantan Barat kembali digelar untuk ketujuh kalinya pada 9-12 April 2026.
Tahun ini, Tepelima membawa misi penting melalui tema “ECO-Faith Leaders for Better Future“, sebuah gerakan yang mengintegrasikan ajaran agama dengan pelestarian alam serta semangat keterbukaan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Ketua Panitia Tepelima Kalbar ke-7, Ilham Dwi Wijaya, menjelaskan bahwa konsep tahun ini merupakan pengembangan dari pengalamannya di Gusdurian School For Peace (GDSP).
Ia ingin membawa semangat bahwa isu lingkungan harus dibicarakan dalam ruang yang merangkul semua identitas.
“Kami diminta untuk bisa membahas isu lingkungan dengan pendekatan interfaith, dan juga GATSY (Gender and Disability Social Inclusion). Awalnya sangat-sangat bingung tuh, gimana ya menggabungkan ketiga aspek ini,” ungkap Ilham saat diwawancarai di Pontianak, Kamis (9/4/2026).
Melalui pendekatan Eko-teologi, Ilham dan panitia berupaya menggali pandangan setiap agama dalam menjaga kelestarian bumi.
Ia meyakini bahwa meski memiliki latar belakang keyakinan yang berbeda, setiap agama memiliki nafas yang sama dalam mencintai lingkungan.
Langkah Nyata untuk Kesetaraan
Tepelima tahun ini mencatatkan sejarah baru dengan memperluas keterlibatan peserta.
Untuk pertama kalinya, forum ini membuka ruang yang lebih luas bagi perwakilan perempuan dalam dialog akses iman serta merangkul komunitas disabilitas, khususnya teman-teman Tuli.
“Baru pertama kali ini sih ada perwakilan perempuan untuk dialakses iman, dan juga ini pertama kalinya kami membahas isu lingkungan, dan juga pertama kalinya juga ada pelibatan teman-teman disabilitas, yang mana pada tahun ini kami baru bisa merangkul teman-teman Tuli,” jelas Ilham.
Meski menghadapi tantangan teknis terkait komunikasi dan penyediaan Juru Bahasa Isyarat (JBI), Ilham menegaskan bahwa langkah ini harus diambil demi mewujudkan inklusivitas yang nyata. Ia tidak ingin kekhawatiran menghambat hak kelompok minoritas untuk terlibat dalam isu-isu besar daerah.












