Kesbangpol Pontianak Apresiasi Tepelima ke-7, Sebut Inklusi Teman Tuli sebagai Kekuatan Baru

"Kesbangpol Kota Pontianak apresiasi pelaksanaan Tepelima Kalbar ke-7. Kehadiran Teman Tuli disebut sebagai kekuatan baru dalam merawat keberagaman dan toleransi."
Kesbangpol Kota Pontianak apresiasi pelaksanaan Tepelima Kalbar ke-7. Kehadiran Teman Tuli disebut sebagai kekuatan baru dalam merawat keberagaman dan toleransi. (Dok. Mira/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan Temu Pemuda Lintas Iman (Tepelima) Kalimantan Barat ke-7 yang berlangsung pada 9-12 April 2026.

Kegiatan ini dinilai sebagai langkah nyata dalam merawat keberagaman serta memperkuat toleransi di tengah masyarakat yang majemuk.

Kepala Bidang Kesbangpol Kota Pontianak, Thedy Setia Utama, menyatakan bahwa inisiatif yang dilakukan oleh panitia dan SADAP merupakan upaya penting untuk membangun ruang dialog yang sehat.

Ia menekankan bahwa keberagaman suku, agama, dan budaya di Kalimantan Barat, khususnya Kota Pontianak, adalah sebuah kekuatan besar.

Baca Juga: Tepelima Kalbar ke-7: Mempererat Lintas Iman Melalui Isu Lingkungan dan Ruang Inklusif

“Kondisi ini merupakan kekuatan yang harus kita jaga bersama, namun di sisi lain kita juga dihadapkan pada berbagai tantangan seperti penyebaran hoax, intoleransi, serta potensi konflik sosial jikalau keberagaman ini tidak kita jaga bersama-sama,” ujar Thedy saat memberikan keterangan di Pontianak, Kamis (9/4/2026).

Thedy mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat komitmen bahwa perbedaan bukanlah alasan untuk terpecah belah. Sebaliknya, hal tersebut harus menjadi motor penggerak untuk mewujudkan wilayah yang damai dan harmonis.

Inklusivitas yang Memperkuat Dialog

Salah satu poin yang menjadi perhatian khusus Pemerintah Kota Pontianak pada penyelenggaraan tahun ini adalah hadirnya aspek inklusivitas.

Pelibatan Teman Tuli beserta Juru Bahasa Isyarat (JBI) dalam forum lintas iman tersebut dipandang sebagai kemajuan positif dalam memandang perbedaan.