Dipicu Isu Skandal dan Minimnya Transparansi, BEM Polnep Demo Tuntut Klarifikasi Direktur

Mahasiswa Politeknik Negeri Pontianak saat menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung rektorat guna menuntut transparansi dan klarifikasi dari pimpinan kampus.
Mahasiswa Politeknik Negeri Pontianak saat menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung rektorat guna menuntut transparansi dan klarifikasi dari pimpinan kampus. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, PONTIANAK – Dipicu beredarnya isu dugaan skandal yang menyeret Direktur Politeknik Negeri Pontianak (Polnep), Widodo, serta sorotan terhadap minimnya transparansi pengelolaan kampus, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Polnep menggelar aksi demonstrasi di lingkungan rektorat pada Rabu, (8/4/2026). Aksi tersebut menuntut klarifikasi terbuka dari pimpinan kampus atas berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat.

Aksi berlangsung damai dengan diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai jurusan. Mereka menyampaikan sejumlah tuntutan, mulai dari perbaikan fasilitas kampus hingga klarifikasi atas isu yang berkembang di internal kampus dan media sosial. 

Baca Juga: Tak Hanya Skandal Direktur, Dugaan Praktik Office Wife Disebut Sudah Lama Terjadi di Polnep

Ketua BEM Polnep, Muhammad Iqbal, dalam orasinya meminta pimpinan kampus memberikan penjelasan terbuka kepada mahasiswa. Ia menilai berbagai persoalan yang muncul belakangan ini telah menimbulkan kegaduhan dan mengganggu kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan tersebut. 

“Kami minta Bapak bisa transparan terkait kasus yang beredar saat ini. Tolong jelaskan dan klarifikasi kepada kami semua kenapa di lingkungan pendidikan bisa terjadi hal-hal seperti pemecatan tenaga kontrak, isu perselingkuhan, dan lain-lain,” kata Iqbal. 

Selain isu dugaan skandal, mahasiswa juga menyoroti kondisi fasilitas kampus yang dinilai memprihatinkan. Mereka menyebut sejumlah ruang kelas mengalami kebocoran, pasokan air tidak lancar, hingga kerusakan pada fasilitas toilet yang belum diperbaiki. 

Di tengah aksi, Direktur Polnep, Widodo turun langsung menemui mahasiswa dan membuka ruang dialog. Dalam kesempatan itu, ia membantah berbagai tuduhan yang beredar di media sosial, termasuk isu dugaan perselingkuhan yang menyeret namanya. 

Widodo juga mengingatkan bahwa penyebaran tuduhan tanpa bukti dapat berimplikasi hukum. Meski demikian, ia menegaskan tidak akan menempuh jalur hukum terhadap mahasiswa dan memilih menyelesaikan persoalan melalui dialog. 

“Saya bisa saja melaporkan hal tersebut ke Polda Kalbar, namun untuk apa saya melaporkan anak-anak saya sendiri? Di sinilah tugas saya mengayomi kalian untuk belajar dan mendapatkan ilmu,” ujarnya di hadapan massa aksi. 

Respons tersebut mendapat tanggapan dari mahasiswa. Setelah dialog berlangsung, massa aksi sepakat meredakan ketegangan dan melanjutkan pembahasan pada tuntutan utama terkait perbaikan fasilitas kampus.