Wamenkeu Ungkap 5 Jurus Keluar dari Middle-Income Trap di Forum TREND 2026

Wamenkeu Suahasil Nazara ungkap 5 strategi pemerintah agar Indonesia keluar dari middle-income trap dalam forum TREND 2026 di Jakarta.
Wamenkeu Suahasil Nazara ungkap 5 strategi pemerintah agar Indonesia keluar dari middle-income trap dalam forum TREND 2026 di Jakarta. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

“Sebetulnya kalau kita bilang UMKM harus go online, itu sudah go online semua umumnya,” kata Nezar.

Nezar menegaskan, fokus pemerintah saat ini adalah menggenjot produktivitas dan daya saing.

“Jadi harus produktif dan harus kompetitif karena tujuan dari transformasi digital itu juga untuk visi kita ke depan, visi Indonesia digital 2045. Dan 5 tahun ke depan kita ingin mencapai apa yang kita sebut sebagai konektivitas yang bermakna,” jelasnya.

“Untuk itu infrastruktur telekomunikasinya harus kita jaga termasuk juga ekosistem karena ini saling berkaitan,” pungkas Nezar.

Forum TREND 2026 yang mengusung tema “Unlocking Growth in the Middle-Income Trap” ini menghadirkan lima sesi diskusi lintas sektor. Sesi fondasi makroekonomi diisi oleh Ibnu Yahya (Bappenas), Wijayanto Samirin, dan Metta Dharmasaputra.

Baca Juga: Rupiah Tembus 17 Ribu, Simak 5 Dampak Nyata bagi Ekonomi dan Kehidupan Masyarakat

Sesi hilirisasi menghadirkan Dirjen Minerba Kementerian ESDM Tri Winarno dan Ketua Umum FINI Arif Perdana Kusumah.

Sesi kendaraan listrik diisi oleh Ketua Umum Periklindo Moeldoko dan COO Hyundai Motors Indonesia. Sesi manufaktur dan perkebunan menghadirkan Waketum KADIN Saleh Husin dan Ketua GAPKI M. Fadhil Hasan.

Sesi terakhir terkait digitalisasi diisi Wamenkomdigi Nezar Patria dan Direktur IT PT Telkom Faizal Rochmad Djoemadi.

Rangkaian forum ekonomi ini sekaligus menjadi momentum peluncuran Tutur Media Digital. President Commissioner sekaligus Director of Content Tutur Media Digital, Don Bosco Selamun, menyatakan platformnya hadir untuk membangun cara berpikir publik yang jernih di tengah derasnya arus informasi.

“Kami percaya yang dibutuhkan hari ini bukan hanya sekadar informasi, tetapi informasi yang bermakna,” ujar Don Bosco.

(*Red)