Wamenkeu Ungkap 5 Jurus Keluar dari Middle-Income Trap di Forum TREND 2026

Wamenkeu Suahasil Nazara ungkap 5 strategi pemerintah agar Indonesia keluar dari middle-income trap dalam forum TREND 2026 di Jakarta.
Wamenkeu Suahasil Nazara ungkap 5 strategi pemerintah agar Indonesia keluar dari middle-income trap dalam forum TREND 2026 di Jakarta. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, JAKARTA – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara memaparkan lima agenda strategis pemerintah agar Indonesia mampu keluar dari middle-income trap atau jebakan pendapatan menengah.

Pemaparan tersebut disampaikan dalam forum Tutur Economic Dialogue (TREND) 2026 di Hotel Le Meridien Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Baca Juga: Geliat Ramadan Diyakini Mampu Penuhi Target Pertumbuhan Ekonomi Nasional Kuartal I

Suahasil menegaskan bahwa situasi global yang tidak menentu saat ini menuntut Indonesia untuk memperkuat fondasi pembangunan.

Tanpa langkah strategis yang konsisten, pertumbuhan ekonomi nasional berisiko stagnan di angka 5 persen dan terjebak dalam jangka panjang.

Dalam pidato penutupnya, Suahasil menguraikan lima agenda besar sebagai peta jalan pemerintah.

Agenda tersebut meliputi peningkatan produktivitas tenaga kerja, pembangunan infrastruktur untuk akses layanan dasar, reformasi institusional, kebijakan tepat sasaran, dan menjaga stabilitas keberlanjutan pembangunan.

“Apa yang harus kita lakukan, kalau dunia sedang seperti ini. Paling tidak ada lima agenda besar pembangunan untuk keluar dari middle-income trap. Pertama, tingkatkan terus produktifitas pekerja kita,” ujar Suahasil.

Terkait perbaikan kelembagaan, ia menekankan pentingnya membenahi sistem birokrasi dan regulasi secara nyata.

“Ketiga, institusional reform. Termasuk di dalamnya berbicara reformasi birokrasi. Harus dipikirkan regulasi yang mempunyai dampak. Perlu transformasi kelembagaan dan perlu memastikan institusi dapat bekerja agar iklim investasi terjaga,” tegasnya.

Suahasil meminta kelima agenda ini diterjemahkan secara konsisten dalam kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Dari sisi transformasi digital, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menyoroti perubahan fase Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Ia menyebut fase digitalisasi awal telah terlewati oleh para pelaku usaha.