Faktakalbar.id, SELUMA – Bencana tanah longsor dan banjir di Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, melanda belasan desa menyusul hujan dengan intensitas sangat tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak Minggu (5/4/2026).
Luapan air tidak hanya merendam rumah dan akses jalan, tetapi juga menghancurkan area pertanian serta peternakan milik warga setempat.
Baca Juga: Hujan Deras Sebabkan Banjir di Way Khilau Pesawaran Rendam Ratusan Rumah dan 1 Warga Hilang
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Seluma mendata, pada hari pertama kejadian, terdapat sepuluh desa di tujuh kecamatan yang terdampak langsung. Ketujuh wilayah tersebut mencakup Kecamatan Seluma Utara, Ulu Talo, Talo, Semidang Alas Maras, Seluma Timur, Seluma Selatan, dan Sukaraja.
Dari hasil kaji cepat awal, sebanyak 851 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 2.637 jiwa dilaporkan terdampak bencana ini.
Kerugian materiel tercatat cukup masif, meliputi 426 unit rumah warga, 10 fasilitas pendidikan, empat fasilitas ibadah, dua fasilitas kesehatan, serta enam akses jalan utama yang terendam air.
Kondisi bencana semakin meluas pada keesokan harinya. Pada Senin (6/4/2026) pagi sekitar pukul 07.00 WIB, banjir di Kabupaten Seluma dilaporkan merambat ke tiga desa lainnya, yakni Desa Pasar Talo dan Desa Penago 1 di Kecamatan Ilir Talo, serta Desa Padang Capo di Kecamatan Lubuk Sandi. Tambahan wilayah terdampak ini memengaruhi 35 jiwa.
Di titik perluasan banjir ini, kerugian materiel bertambah dengan adanya 12 unit rumah dan tiga fasilitas pendidikan yang terendam.
Bencana ini juga memukul sektor ekonomi warga setelah air bah merendam 126 hektare sawah padi dan dua petak kolam ikan. Selain banjir, material tanah longsor juga dilaporkan menutup satu akses jalan warga sehingga melumpuhkan mobilitas darat.
















