Baca Juga: Siap Mandiri, Warga Binaan Rutan Sambas Antusias Ikuti Pelatihan Sablon Digital
Melalui pendekatan psikologis dan keagamaan ini, jajaran kepolisian berharap para warga binaan tidak sekadar pasif menghabiskan waktu masa penahanan di balik jeruji besi, tetapi aktif memanfaatkan momentum tersebut untuk memperbaiki kepribadian mereka.
“Binrohtal ini menjadi salah satu wujud komitmen Polres Sekadau dalam menghadirkan pembinaan yang humanis. Selain penegakan hukum, kami juga mendorong para tahanan memiliki bekal untuk kembali ke masyarakat dengan sikap yang lebih baik,” tuturnya.
Program pembinaan rohani tahanan Polres Sekadau ini direncanakan untuk terus berjalan secara berkala.
Pihak kepolisian meyakini bahwa pemulihan kondisi spiritual merupakan hak asasi setiap individu yang sedang berhadapan dengan proses peradilan pidana, sekaligus menjadi instrumen krusial agar mereka tidak kembali mengulangi tindak pidana di masa mendatang.
(*Red)
















