Baca Juga: Hujan Lebat Landa Bali, 64 Keluarga Terdampak Banjir di Kabupaten Jembrana
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa tiga wilayah yang terdampak banjir tersebut meliputi Desa Sukajaya, Desa Penengahan, dan Desa Mada Jaya di Kecamatan Way Khilau.
Ketinggian genangan air yang merendam permukiman warga bervariasi, berkisar antara 10 hingga 50 sentimeter.
Berdasarkan data kaji cepat yang dilakukan oleh tim di lapangan, peristiwa hidrometeorologi ini mengakibatkan 291 Kepala Keluarga (KK) terdampak secara langsung. Kerugian materiel yang tercatat meliputi 291 unit rumah warga yang terendam luapan air banjir.
Selain menimbulkan kerugian materiel, insiden banjir di Way Khilau ini juga dilaporkan merenggut korban. Satu orang warga setempat dilaporkan hilang di tengah peristiwa tersebut dan belum ditemukan.
Memasuki hari Senin (6/4/2026), genangan air di lokasi kejadian dilaporkan telah berangsur surut. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pesawaran bersama tim SAR gabungan saat ini tengah memfokuskan upaya pada operasi pencarian dan pertolongan terhadap satu orang korban yang dilaporkan hilang.
Baca Juga: Sempat Rendam 7 Kecamatan, Banjir di Kabupaten Bogor Surut dan Pengungsi Kembali ke Rumah
Menyikapi rentetan kejadian bencana di masa peralihan musim ini, BNPB secara khusus mengimbau masyarakat luas untuk terus meningkatkan kewaspadaan. Potensi cuaca ekstrem dinilai masih sangat mungkin terjadi selama sisa musim hujan hingga masuknya kemarau.
Masyarakat diminta untuk mewaspadai ancaman angin kencang, hujan ekstrem, puting beliung, banjir, hingga gelombang tinggi laut.
Selain itu, warga juga diharapkan segera menyiapkan tas siaga bencana sebagai langkah mitigasi mandiri di tingkat keluarga, serta senantiasa memantau pembaruan informasi peringatan dini dari sumber resmi seperti BNPB, BPBD, dan BMKG guna meminimalkan risiko jatuhnya korban jiwa.
(*Red)
















