Faktakalbar.id, BENGKULU – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan peristiwa banjir di Bengkulu yang melanda sejumlah kecamatan, menyusul hujan dengan intensitas deras yang mengguyur sejak Senin (6/4/2026) dini hari.
Bencana hidrometeorologi ini mendominasi laporan kejadian pada masa peralihan musim, dengan dampak yang cukup masif di wilayah Kota Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Tengah.
Baca Juga: Tiga Rumah Hanyut Tersapu Air Bah, Banjir Bandang di Lombok Utara Terjang Kecamatan Pemenang
Di wilayah Kota Bengkulu, banjir mulai merendam permukiman warga pada pukul 02.00 WIB. Tingginya curah hujan menyebabkan debit air naik dengan cepat hingga mencapai ketinggian 30 hingga 100 sentimeter.
Berdasarkan pendataan awal, banjir ini berdampak luas pada 26 kelurahan yang tersebar di delapan kecamatan, yakni Kecamatan Singaran Pati, Muara Bangkahulu, Ratu Agung, Selebar, Ratu Samban, Sungai Serut, Kampung Melayu, dan Gading Cempaka.
Akibat insiden banjir di Bengkulu ini, total sebanyak 2.855 unit rumah warga, satu fasilitas ibadah, dan satu fasilitas pendidikan ikut terendam genangan air.
Merespons situasi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu segera menerjunkan petugas ke lokasi untuk melakukan asesmen, menyalurkan bantuan logistik, dan mengevakuasi warga yang sempat terjebak di dalam rumah.
BPBD juga telah mendirikan sejumlah tenda pengungsian guna mengantisipasi warga yang membutuhkan tempat bernaung sementara.
Sementara itu, bencana serupa juga menerjang Kabupaten Bengkulu Tengah sehari sebelumnya, yakni pada Minggu (5/4/2026). Sebanyak sembilan desa di tiga kecamatan dilaporkan terdampak luapan air.
Wilayah tersebut meliputi Desa Jaya Karta, Pulau Panggung, Tengah Padang, Taba Pasma, Nakau, dan Kembang Sri di Kecamatan Talang Empat; Desa Taba Terunjam dan Talang Empat di Kecamatan Karang Tinggi; serta Desa Taba Jambu di Kecamatan Pondok Kubang.
















