Amankan Stok Nasional, Pemerintah Alihkan Alokasi LPG Industri ke Konsumsi Masyarakat

"Pemerintah melalui Ditjen Migas resmi mengalihkan alokasi LPG sektor industri untuk memenuhi kebutuhan masyarakat demi menjaga ketahanan pasokan nasional."
Pemerintah melalui Ditjen Migas resmi mengalihkan alokasi LPG sektor industri untuk memenuhi kebutuhan masyarakat demi menjaga ketahanan pasokan nasional. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, NASIONAL – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengambil langkah darurat untuk menjaga ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian pasokan global.

Salah satu kebijakan strategis yang diambil adalah mengalihkan alokasi Liquefied Petroleum Gas (LPG) yang semula diperuntukkan bagi sektor industri guna memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya untuk LPG tabung 3 kilogram.

Sekretaris Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas), Muhammad Rizwi, mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari mitigasi agar pasokan di tingkat konsumen tetap terjaga.

Saat ini, pemerintah tengah gencar mencari tambahan pasokan baik melalui peningkatan produksi dalam negeri maupun impor.

Baca Juga: Amankan Stok Lebaran, Pertamina Tambah 23 Juta Tabung LPG 3 Kg Secara Nasional

“Kami sedang melakukan hunting LPG dari impor maupun produksi LPG dalam negeri. LPG yang selama ini dijual ke industri juga diupayakan untuk dialihkan untuk kebutuhan LPG 3 kg, yang di mana kebutuhan ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” jelasnya dalam rapat bersama Komisi XII DPR RI, Rabu (8/4/2026).

Selain pengalihan alokasi industri, pemerintah juga melakukan diversifikasi negara asal impor energi.

Langkah ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pada kawasan Timur Tengah dengan memperluas sumber pasokan dari Amerika Serikat, Afrika, serta negara-negara di kawasan ASEAN.

Dalam upaya memperkuat stok domestik, seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) juga telah diinstruksikan untuk memprioritaskan kebutuhan dalam negeri di atas agenda ekspor. Produksi minyak mentah domestik akan diarahkan sepenuhnya sebagai bahan baku kilang di dalam negeri.