4. Tingginya Kadar Nikotin
Banyak produk liquid atau cairan vape mengandung nikotin dalam bentuk nicotine salt yang memungkinkan pengguna menghirup kadar nikotin lebih tinggi dengan iritasi tenggorokan yang lebih minim.
Sifat nikotin yang sangat adiktif ini dengan cepat memicu ketergantungan pada otak anak muda yang masih dalam tahap perkembangan.
5. Persepsi “Lebih Aman” daripada Rokok Biasa
Banyak anak muda terjebak dalam misinformasi bahwa vaping sepenuhnya tidak berbahaya atau harmless.
Padahal, meskipun tidak mengandung tar, uap vape tetap mengandung zat kimia berbahaya dan logam berat yang dapat merusak jaringan paru-paru.
Persepsi keamanan yang semu inilah yang membuat mereka tidak ragu untuk menggunakannya secara rutin.
Baca Juga: 5 Alasan Mengapa Penggunaan Vape Tetap Berbahaya bagi Kesehatan
(Mira)
















