Rupiah Tembus Rp17.000, DPR Peringatkan Potensi Kenaikan Harga Mi Instan Akibat Impor Gandum

"Kurs rupiah tembus Rp17.000 per dolar AS. DPR peringatkan potensi kenaikan harga mi instan dan pangan impor seperti gandum, kedelai, dan daging."
Kurs rupiah tembus Rp17.000 per dolar AS. DPR peringatkan potensi kenaikan harga mi instan dan pangan impor seperti gandum, kedelai, dan daging. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, NASIONAL — Tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang kini menembus level Rp17.000 per dolar Amerika Serikat (AS) mulai memicu kekhawatiran serius terhadap harga kebutuhan pokok di dalam negeri.

Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, memperingatkan bahwa pelemahan kurs ini akan berdampak langsung pada komoditas pangan yang bahan bakunya masih bergantung pada impor, salah satunya adalah mi instan.

Misbakhun menjelaskan bahwa gandum sebagai bahan baku utama mi instan merupakan komoditas yang tidak diproduksi di Indonesia. Kenaikan harga dolar secara otomatis akan meningkatkan biaya impor gandum yang harus ditanggung produsen.

“Yang juga harus kita perhitungkan Rp17 ribu nilai tukar ini juga memberikan tekanan tersendiri. Karena beberapa komponen produksi dalam negeri kita, itu sebagian besar bahan bakunya adalah impor,” kata Mukhamad Misbakhun, Selasa (7/4/2026).

Baca Juga: Rupiah Tembus 17 Ribu, Simak 5 Dampak Nyata bagi Ekonomi dan Kehidupan Masyarakat

Selain gandum, komoditas lain seperti daging sapi dan kedelai juga berpotensi mengalami penyesuaian harga karena porsi pemenuhannya masih mengandalkan pasar internasional.

“Contoh kita Indonesia ini adalah salah satu negara produsen mi. Mi kita berasal dari gandum. Gandum kita impor, karena Indonesia bukan produsen gandum,” tambahnya.

Berdasarkan data Refinitiv pada Selasa pagi, rupiah dibuka melemah 0,06% ke level Rp17.040/US$. Angka ini menandai rekor terendah sepanjang masa setelah sebelumnya pada Senin (6/4/2026) rupiah ditutup pada level Rp17.030/US$.

Kendati demikian, Misbakhun mengapresiasi langkah pemerintah dalam menjaga stok pangan utama seperti beras agar tidak terlalu terdampak fluktuasi kurs. Ia menyebut persediaan gabah di gudang Bulog saat ini cukup kuat berkat serapan produksi petani lokal.