Amerika Serikat Berhasil Selamatkan Co-Pilot F-15E yang Jatuh di Iran

Pesawat tempur F-15E Strike Eagle milik Angkatan Udara Amerika Serikat sedang bermanuver di udara. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Pesawat tempur F-15E Strike Eagle milik Angkatan Udara Amerika Serikat sedang bermanuver di udara. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, WASHINGTON – Upaya pencarian yang dilakukan militer Amerika Serikat (AS) terhadap awak kursi belakang (co-pilot) pesawat tempur F-15E yang jatuh di wilayah Iran akhirnya membuahkan hasil setelah penerbang tersebut berhasil dievakuasi dengan selamat, Minggu (5/4/2026).

Baca Juga: Helikopter MH-6 Little Bird Terlibat Operasi Penyelamatan Tempur Pilot F-15E AS di Iran

Dua pejabat Amerika Serikat pada Sabtu (4/4/2026) malam mengonfirmasi bahwa personel kedua dari jet tempur tersebut telah berhasil dievakuasi keluar dari wilayah Iran dengan aman.

Tim penyelamat juga dilaporkan kembali dari wilayah berbahaya itu tanpa mengalami luka sedikit pun.

Penerbang kedua ini berhasil diselamatkan setelah sebelumnya pilot utama pesawat ditemukan lebih dahulu, tak lama usai insiden jatuhnya pesawat pada Jumat (3/4/2026).

Presiden Donald Trump melalui platform Truth Social menyampaikan bahwa penerbang tersebut mengalami luka, namun kondisinya stabil dan diperkirakan akan pulih sepenuhnya.

Ia juga menyebut perwira tersebut sebagai seorang kolonel yang sangat dihormati.

Seorang pejabat senior pemerintahan Trump mengungkapkan kepada NBC News bahwa keberhasilan operasi evakuasi ini tidak lepas dari strategi operasi intelijen yang dijalankan oleh CIA.

Baca Juga: Insiden “Friendly Fire”, Pertahanan Udara Kuwait Tak Sengaja Tembak Jatuh 3 Jet F-15 Amerika Serikat

Menurut pejabat tersebut, kebingungan yang muncul di pihak Iran memberikan ruang bagi CIA untuk memanfaatkan kemampuan intelijen tingkat tinggi dalam melacak keberadaan penerbang Amerika itu.

Sang co-pilot digambarkan bersembunyi di celah pegunungan dan nyaris mustahil ditemukan tanpa adanya dukungan teknologi intelijen.